Category: Kegiatan

  • Polda Metro Jaya Apresiasi KBPBI dan KSPSI Sampaikan Aspirasi dengan Tertib

    Polda Metro Jaya Apresiasi KBPBI dan KSPSI Sampaikan Aspirasi dengan Tertib

     

    RRI.CO.ID, Jakarta – Polda Metro Jaya mengapresiasi kelompok buruh yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Ketertiban peserta turut menjaga penyampaian aspirasi berjalan berdampingan dengan aktivitas masyarakat di kawasan Dukuh Atas.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyampaian pendapat merupakan bagian kehidupan demokrasi yang perlu dihormati. Apresiasi diberikan kepada Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

    “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada saudara-saudara kita dari KBPBI dan KSPSI. Mereka telah menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai,” ujarnya dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

    Selama kegiatan berlangsung, personel kepolisian mengedepankan komunikasi dan pendekatan humanis kepada peserta penyampaian aspirasi. Pelayanan juga dilakukan untuk menjaga mobilitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan tetap berjalan.

    “Penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat dalam demokrasi. Kami menghargai komitmen peserta menjaga ketertiban serta menghormati masyarakat lainnya,” katanya.

    Pengaturan dan rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. Polda Metro Jaya juga menyampaikan permohonan maaf apabila pengaturan tersebut berdampak terhadap perjalanan masyarakat.

    “Kami mohon maaf apabila perjalanan atau aktivitas masyarakat sedikit terganggu. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib,” ucapnya.

    Polda Metro Jaya turut mengajak kelompok yang masih menyampaikan aspirasi untuk menjaga kegiatan tetap damai dan tertib. Peserta juga diminta menghormati masyarakat lainnya, menjaga fasilitas publik, serta mengikuti arahan petugas.

    “Kepentingan masyarakat lainnya tetap kami layani. Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama seluruh masyarakat,” ujarnya.

  • Menguatkan Anggota yang Terluka, Kapolda Metro Jaya Kunjungi RS Polri

    Menguatkan Anggota yang Terluka, Kapolda Metro Jaya Kunjungi RS Polri

    Jakarta -Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono menjenguk tiga personel yang sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Kamis (17/09/2026).

    Ketiga personel tersebut mengalami cedera saat menjalankan tugas. Mereka yakni Ipda Rizal Zulkarnain dari Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, serta Bripda Aditya Ilyas Nurfauzan dan Bripda Alvin Indra Yudiana dari Satsamapta Polres Metro Jakarta Utara.

    Ipda Rizal mengalami luka tembak pada paha kanan ketika menangani tersangka kasus narkotika yang berupaya merebut senjatanya. Setelah mendapat penanganan awal, Rizal kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

    Sementara itu, Bripda Aditya dan Bripda Alvin mengalami kecelakaan saat melaksanakan patroli keamanan wilayah. Keduanya mengalami cedera pada bagian kaki serta luka di tangan dan masih menjalani perawatan medis.

    Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Metro Jaya berbincang langsung dengan ketiga personel. Asep juga memberikan dukungan dan semangat kepada mereka agar tetap fokus menjalani proses pemulihan.

    “Fokuslah pada pemulihan dan ikuti semua anjuran tim medis. Kami semua mendoakan serta menunggu rekan-rekan pulih sehat dan bertugas kembali melayani masyarakat,” tuturnya.

    Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pimpinan Polda Metro Jaya terhadap personel yang mengalami cedera saat menjalankan tugas sekaligus memberikan dukungan moril selama menjalani proses pemulihan.

  • Kapolda Metro Jaya Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta

    Kapolda Metro Jaya Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri menerima audiensi pimpinan DPRD DKI Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antarlembaga dalam menyikapi berbagai dinamika dan kepentingan masyarakat Jakarta.
    Pertemuan tersebut berlangsung di gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Turut hadir Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono serta sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya.

    Pada kesempatan ini, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin hadir bersama tiga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, yakni Ima Mahdiah, Rany Mauliani, dan Wibi Andrino.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menerima audiensi dari pimpinan DPRD DKI Jakarta, Selasa (15/9/2026). Foto: dok. Polda Metro Jaya
    Pertemuan diisi dengan pertukaran pandangan dan informasi mengenai berbagai hal yang menjadi perhatian bersama. Komunikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing institusi.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan hubungan antarlembaga yang terbuka dan konstruktif penting untuk memahami berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

    “Polda Metro Jaya terbuka untuk terus membangun sinergi dengan DPRD DKI Jakarta. Harapannya, hubungan yang baik ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta turut menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan nyaman,” ujar Kombes Budi Hermanto.

  • Penanganan Karhutla di Sumsel Dilakukan dari Pencegahan hingga Penegakan Hukum

    Penanganan Karhutla di Sumsel Dilakukan dari Pencegahan hingga Penegakan Hukum

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho. Foto: Dok. Polda Sumsel.

    Penanganan Karhutla di Sumsel Dilakukan dari Pencegahan hingga Penegakan Hukum

    Jakarta: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel) terus dilakukan. Upayanya dilakukan mulai dari pencegahan hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran.

    “Penanganan karhutla tidak cukup hanya pada saat pemadaman. Ada langkah preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga rehabilitasi. Semua menjadi satu rangkaian yang tidak terpisahkan,” kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho dalam keterangan tertulis, Kamis, 10 September 2026.

    Kapolda menjelaskan, setiap hotspot yang terdeteksi segera diverifikasi menggunakan helikopter, drone, maupun tim darat. Tercatat ada 369 hotspot yang setelah diverifikasi ditemukan 31 titik api hingga Selasa, 8 September 2026. Luas lahan terbakar mencapai 214,6 hektare, dengan 192,5 hektare telah berhasil dipadamkan.

    Polda Sumsel disebut terus melakukan inovasi dalam pemadaman, termasuk penggunaan formula khusus untuk meningkatkan efektivitas penggunaan air serta melakukan pengecekan dan pendinginan hingga malam hari. Hal itu guna memastikan bara api benar-benar padam.

    Sandi melanjutkan, Polda Sumsel menggandeng 85 peserta didik Sespim Lemdiklat Polri untuk memperkuat edukasi, pencegahan, sekaligus mendalami penanganan karhutla). Sebanyak 85 peserta didik (serdik) tersebut terdiri atas 13 Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-36, 64 Serdik Sespimmen Polri Dikreg ke-67, dan delapan Serdik SPPK.

    Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dok. Kementerian Kehutanan

    Mereka juga mengemban tugas sebagai Satgas Edukasi Polri untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pencegahan dan dampak Karhutla. Lalu, diarahkan mempelajari praktik penanganan di lapangan serta mengidentifikasi permasalahan dan solusi yang dapat direplikasi di wilayah lain.

    “Kami berharap para peserta didik dapat memberikan masukan, saran maupun inovasi yang konstruktif agar penanganan Karhutla dapat semakin efektif dan maksimal,” ujar Sandi.

  • HUT Ke-78 Polwan, Kapolda Sumsel Dorong Peningkatan Kompetensi & Integritas

    HUT Ke-78 Polwan, Kapolda Sumsel Dorong Peningkatan Kompetensi & Integritas

    HUT Ke-78 Polwan, Kapolda Sumsel Dorong Peningkatan Kompetensi & Integritas
    Foto: Polda Sumsel

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho saat menghadiri Syukuran Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia di Polda Sumsel, hari ini. Dalam sambutannya, ia mendorong seluruh Polwan di Polda Sumsel agar meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.Sandi juga mengapresiasi atas dedikasi dan pengabdian Polwan, khususnya di lingkungan Polda Sumsel. Ia menyampaikan peringatan Hari Jadi Polwan harus menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan pengabdian sekaligus mengevaluasi kehadiran Polwan bagi masyarakat dan institusi.

    “Dengan mengusung tema One Police Woman, Extraordinary Impact, saya berharap setiap Polwan mampu terus memberikan kontribusi dan dampak positif yang extraordinary, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pengabdian, profesionalisme, integritas, dan keteladanan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (8/8/2026).

    Sandi juga mengapresiasi berbagai kegiatan pada Hari Jadi ke-78 Polwan, mulai dari bakti sosial, bakti kesehatan, edukasi kepada masyarakat hingga kegiatan Polwan Goes to School. Rangkaian kegiatan tersebut dinilainya menjadi bentuk konkret kehadiran Polwan di tengah masyarakat.

    Sandi mengatakan peran Polwan saat ini telah berkembang di hampir seluruh fungsi kepolisian. Karena itu, Polwan tidak boleh dipandang sekadar sebagai pelengkap dalam organisasi, tetapi menjadi bagian penting yang turut menyempurnakan pelaksanaan tugas Polri.

    “Polwan bukan hanya sebagai pelengkap dalam institusi, tetapi Polwan merupakan sosok yang menjadi penyempurna dalam institusi kepolisian. Kehadirannya membawa ketegasan yang humanis, keberanian yang disertai empati, serta profesionalisme yang membangun kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.

    Sandi juga meminta Polwan terus meningkatkan kemampuan dan tidak berhenti belajar di tengah perkembangan tantangan tugas serta teknologi. Integritas, etika dan kehormatan institusi, kata dia, harus tetap menjadi landasan setiap anggota dalam menjalankan tugas.

    Ia juga mengingatkan prinsip pelayanan yang selama ini terus ditanamkan di lingkungan Polda Sumsel. Dalam hal ini, masyarakat merupakan pihak yang harus mendapatkan manfaat dari setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

    “Jangan menyalahgunakan kewenangan. Ingat bahwa juragan kita adalah rakyat. Oleh karena itu, apa pun yang kita kerjakan, muaranya harus kita pertanggungjawabkan kepada rakyat. Keberhasilan tugas kita dibuktikan dengan hadirnya rasa aman, keadilan, dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

    Pada kesempatan ini, Sandi juga menyoroti prestasi Polwan dalam berbagai bidang, mulai dari pembinaan generasi muda, olahraga hingga kiprah di tingkat internasional. Salah satu sosok Polwan berprestasi adalah Ibu Sumy Hastry, seorang Polwan sekaligus dokter yang memiliki keahlian di bidang forensik.

    Kiprahnya yang menginspirasi film “Autopsy: Dead Body Can Talk” menjadi salah satu contoh kompetensi yang terus diasah dapat menjadi kunci dalam menghasilkan prestasi dan membantu pengungkapan perkara.

    Sandi mengungkapkan kesempatan bagi Polwan untuk berkembang dan meraih prestasi terbuka sama luasnya dengan polisi laki-laki. Karena itu, ia meminta seluruh Polwan tidak merasa pesimistis menghadapi keterbatasan maupun tantangan dalam perjalanan karier.

    “Jangan pesimis dengan situasi dan kondisi serta segala keterbatasan yang ada. Yakinlah bahwa semua Polwan mempunyai hak yang sama dengan Polki. Apabila teman-teman mampu, maka akan bisa meraih prestasi seperti halnya yang lainnya,” pesannya.

    Ia juga memberikan contoh kiprah Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, salah satu Polwan yang dipercaya menjadi Kapolres Ogan Ilir.

     

    Sandi pun mengapresiasi inovasi Mobil Senyum yang dijalankan di Ogan Ilir. Program tersebut dikemas melalui patroli Polwan pada waktu pelaksanaan salat Jumat, sekaligus dimanfaatkan untuk menyapa masyarakat dan melaksanakan Jumat Curhat.

    Kehadiran inovasi tersebut, menurut Sandi, menunjukkan Polwan juga mampu melahirkan kreativitas dalam memberikan pelayanan yang humanis sekaligus menjaga keamanan di tengah masyarakat.

    “Saya sebagai pimpinan di Polda Sumatera Selatan membuka ruang seluas-luasnya bagi Polwan untuk bisa berkiprah dan berprestasi, baik untuk karier maupun untuk sekolah. Tentunya, tunjukkan prestasimu,” ucapnya.

    Meski demikian, ia mengingatkan Polwan juga bertanggung jawab yang tidak ringan, terutama bagi mereka yang telah berkeluarga. Karena itu, keteladanan para senior Polwan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk tetap profesional tanpa mengabaikan tanggung jawab keluarga.

    Sandi pun menggelorakan semangat agar tidak ada kata mundur bagi Polwan dalam meningkatkan kemampuan dan memberikan karya terbaik.

    “Tidak ada kata mundur bagi Polwan untuk berprestasi. Tidak ada gigi mundur bagi Polwan untuk bisa berkompeten. Tidak ada gigi mundur bagi Polwan untuk memberikan warna terbaik bagi institusi Kepolisian Republik Indonesia,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Sandi menekankan keberhasilan organisasi tidak dapat dibangun sendiri-sendiri. Menurutnya, Polwan dan Polki harus menjadi satu kesatuan dengan membangun super team yang solid dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.

    “Kita tidak mungkin menjadi Superman atau Superwoman yang bekerja sendiri dan menganggap semua bisa diselesaikan sendiri. Kita membutuhkan teman-teman yang bisa membangun superteam, yaitu tim yang kuat untuk menyelesaikan semua permasalahan yang kita hadapi,” jelasnya.

    Semangat tersebut, lanjut Sandi, harus diwujudkan dengan bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan kerja ikhlas dalam menggelorakan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Nian.”

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menegaskan pesan Kapolda menjadi motivasi bagi seluruh Polwan untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus memperkuat pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.

    “Polwan memiliki ruang yang sama untuk berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik. Kompetensi, integritas dan kepedulian harus terus berjalan beriringan. Harapannya, kehadiran setiap Polwan benar-benar memberikan manfaat dan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Polri,” kata Nandang.

    Sebagai informasi, Hari Jadi ke-78 Polwan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen setiap Polwan tidak hanya hadir menjalankan tugas, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan membawa perubahan positif. Melalui kompetensi, keteladanan, empati dan kerja sama dalam superteam, Polwan Polda Sumsel diharapkan terus memberikan “Extraordinary Impact” bagi masyarakat, bangsa dan negara.

     

     

  • One Police Woman, Extraordinary Impact, Kapolda Sumsel Ajak Polwan Tunjukkan Prestasi

    One Police Woman, Extraordinary Impact, Kapolda Sumsel Ajak Polwan Tunjukkan Prestasi

    One Police Woman, Extraordinary Impact, Kapolda Sumsel Ajak Polwan Tunjukkan Prestasi

    PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. mendorong seluruh Polisi Wanita (Polwan) jajaran Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas dan menghadirkan dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

     

    Pesan tersebut disampaikan Kapolda Sumsel saat menghadiri Syukuran Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia di Polda Sumatera Selatan, Selasa (8/9/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan pengabdian Polwan sekaligus mengevaluasi kontribusi dan manfaat yang telah diberikan bagi masyarakat maupun institusi Polri.

     

    Mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”, Kapolda berharap setiap Polwan mampu memberikan kontribusi terbaik melalui pengabdian, profesionalisme, integritas dan keteladanan.

     

    “Dengan mengusung tema One Police Woman, Extraordinary Impact, saya berharap setiap Polwan mampu terus memberikan kontribusi dan dampak positif yang extraordinary, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pengabdian, profesionalisme, integritas, dan keteladanan,” ujar Kapolda.

     

    Kapolda mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi ke-78 Polwan, mulai dari bakti sosial, bakti kesehatan, edukasi kepada masyarakat hingga kegiatan Polwan Goes to School. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk konkret kehadiran Polwan di tengah masyarakat.

     

    Kapolda menegaskan bahwa peran Polwan saat ini telah berkembang di hampir seluruh fungsi kepolisian. Karena itu, Polwan tidak boleh dipandang sekadar sebagai pelengkap organisasi, melainkan menjadi bagian penting yang turut menyempurnakan pelaksanaan tugas Polri.

     

    “Polwan bukan hanya sebagai pelengkap dalam institusi, tetapi Polwan merupakan sosok yang menjadi penyempurna dalam institusi kepolisian. Kehadirannya membawa ketegasan yang humanis, keberanian yang disertai empati, serta profesionalisme yang membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

     

    Di tengah perkembangan teknologi dan kompleksitas tantangan tugas kepolisian, Kapolda meminta seluruh Polwan tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kemampuan. Integritas, etika dan kehormatan institusi harus tetap menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas.

     

    Kapolda juga kembali mengingatkan prinsip pelayanan yang terus ditanamkan di lingkungan Polda Sumsel bahwa masyarakat merupakan pihak yang harus memperoleh manfaat dari setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

     

    “Jangan menyalahgunakan kewenangan. Ingat bahwa juragan kita adalah rakyat. Oleh karena itu, apa pun yang kita kerjakan, muaranya harus kita pertanggungjawabkan kepada rakyat. Keberhasilan tugas kita dibuktikan dengan hadirnya rasa aman, keadilan, dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

     

    Dalam sambutannya, Kapolda turut menyoroti berbagai prestasi Polwan di sejumlah bidang, mulai dari pembinaan generasi muda, olahraga hingga kiprah di tingkat internasional. Salah satu sosok yang disebut adalah Ibu Sumy Hastry, seorang Polwan sekaligus dokter yang memiliki keahlian di bidang forensik.

     

    Kapolda menjadikan kiprah tersebut sebagai contoh bahwa kompetensi yang terus diasah dapat menjadi modal penting untuk menghasilkan prestasi sekaligus memberikan kontribusi bagi pelaksanaan tugas kepolisian.

     

    Kapolda menekankan bahwa kesempatan bagi Polwan untuk berkembang dan meraih prestasi terbuka luas. Karena itu, seluruh Polwan diminta tidak pesimistis menghadapi keterbatasan maupun tantangan dalam perjalanan karier.

     

    “Jangan pesimis dengan situasi dan kondisi serta segala keterbatasan yang ada. Yakinlah bahwa semua Polwan mempunyai hak yang sama dengan Polki. Apabila teman-teman mampu, maka akan bisa meraih prestasi seperti halnya yang lainnya,” pesannya.

     

    Kapolda kemudian memberikan contoh kiprah Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., yang saat ini dipercaya memimpin satuan kewilayahan di jajaran Polda Sumsel. Salah satu inovasi yang mendapat apresiasi adalah Mobil Senyum di wilayah Ogan Ilir.

     

    Program tersebut dilaksanakan melalui patroli Polwan pada waktu pelaksanaan salat Jumat sekaligus dimanfaatkan untuk menyapa masyarakat dan melaksanakan Jumat Curhat. Menurut Kapolda, inovasi tersebut menunjukkan kemampuan Polwan menghadirkan kreativitas dalam pelayanan yang humanis sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

     

    “Saya sebagai pimpinan di Polda Sumatera Selatan membuka ruang seluas-luasnya bagi Polwan untuk bisa berkiprah dan berprestasi, baik untuk karier maupun untuk sekolah. Tentunya, tunjukkan prestasimu,” kata Kapolda.

     

    Meski demikian, Kapolda mengingatkan bahwa Polwan juga memiliki tanggung jawab yang tidak ringan, terutama bagi mereka yang telah berkeluarga. Keteladanan para senior Polwan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk tetap profesional tanpa mengabaikan tanggung jawab keluarga.

    Kapolda pun menggelorakan semangat agar tidak ada kata mundur bagi Polwan dalam meningkatkan kemampuan dan memberikan karya terbaik bagi institusi.

    “Tidak ada kata mundur bagi Polwan untuk berprestasi. Tidak ada gigi mundur bagi Polwan untuk bisa berkompeten. Tidak ada gigi mundur bagi Polwan untuk memberikan warna terbaik bagi institusi Kepolisian Republik Indonesia,” tegasnya.

     

    Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak dapat dibangun dengan bekerja sendiri-sendiri. Polwan dan Polki harus menjadi satu kesatuan dengan membangun superteam yang solid dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.

     

    “Kita tidak mungkin menjadi Superman atau Superwoman yang bekerja sendiri dan menganggap semua bisa diselesaikan sendiri. Kita membutuhkan teman-teman yang bisa membangun superteam, yaitu tim yang kuat untuk menyelesaikan semua permasalahan yang kita hadapi,” ujarnya.

     

    Semangat tersebut, lanjut Kapolda, harus diwujudkan dengan bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan bekerja ikhlas dalam menggelorakan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Nian.”

     

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pesan Kapolda menjadi motivasi bagi seluruh Polwan untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus memperkuat pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.

     

    “Polwan memiliki ruang yang sama untuk berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik. Kompetensi, integritas dan kepedulian harus terus berjalan beriringan. Harapannya, kehadiran setiap Polwan benar-benar memberikan manfaat dan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Polri,” ujar Nandang.

     

    Syukuran Hari Jadi ke-78 Polwan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bahwa setiap Polisi Wanita tidak hanya hadir menjalankan tugas, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan membawa perubahan positif.

    Melalui kompetensi, integritas, keteladanan, empati dan kerja sama dalam membangun superteam, Polwan Polda Sumsel diharapkan terus memberikan “Extraordinary Impact” bagi masyarakat, bangsa dan negara, sekaligus memperkuat kehadiran Polri yang Presisi di tengah masyarakat.

  • Arahan Kapolda Metro, Jaringan Penghasut Aksi Rusuh di Jakarta Bakal Diusut

    Arahan Kapolda Metro, Jaringan Penghasut Aksi Rusuh di Jakarta Bakal Diusut

    Arahan Kapolda Metro, Jaringan Penghasut Aksi Rusuh di Jakarta Bakal Diusut

    Jakarta – Polda Metro Jaya masih melakukan pengembangan terhadap upaya penghasutan aksi unjuk rasa rusuh yang akan digelar pada bulan Desember ini. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan untuk mengusut jaringan lain yang terlibat.
    “Kami tegaskan di sini bahwa sesuai dengan arahan bapak Kapolda Metro Jaya, kami akan terus melakukan pengembangan terjadap jaringan kelompok rusuh ini,” kata Wadir Siber Polda Metro Jaya AKBP Fian Yunus kepada wartawan, Senin (8/12/2025).

    Berdasarkan penyelidikan sementara, motif ketiga pelaku yakni BDM, TSF dan YM hanya untuk membuat aksi unjuk rasa berlangsung rusuh. Polda Metro, kata Fian, masih melakukan pengembangan termasuk pelaku lain yang terlibat.

    “Berdasarkan bukti elektronik yang ada motifnya mereka hanya membuat rusuh, kemudian apakah satu jaringan itu masih kita dalami. Kemudian kelompok atas atas apakah sudah teridentifikasi? itu sedang kami dalami juga,” kata dia.

    “Sampai dengan saat ini kami sedang mendalami bukti bukti yang ada, yang sudah kami kumpulkan berdasarkan hasil penangkapan, penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan penyidik di TKP,” imbuhnya.

    Saat ini ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Mereka dijerat dengan Pasal 45 ayat 8 Jo Pasal 27 B ayat (1) dan atau Pasal 45B Jo Pasal 29 Undang-Undang ITE dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 336 KUHP.

    Peran Tiga Orang Tersangka
    Polisi mengungkap tiga tersangka berinisial BDM, TSF dan YM memiliki peran yang berbeda satu sama lainnya. Pertama, tersangka BDM akun media sosial @badanpeledak dan membuat postingan hasutan untuk melakukan aksi rusuh. Dia juga berperan merakit bom molotov atas permintaan tersangka TSF.

    “Bahwa saudara BDM membuat bom Molotov atas permintaan dari saudara TSF. Saya ulangi, saudara TSF yang sebelumnya melakukan pertemuan di kegiatan pasar gratis di Bilangan Benhil sekitar bulan September 2025,” kata Kasubdit III AKBP Rafles Langgak Putra Marpaung kepada wartawan, Senin (8/12).

    “Membuat 6 buah bom molotov yang masih tahap setengah jadi yang nantinya akan diselesaikan dan diberikan kepada pemesan yaitu saudara TSF alias Verdatius,” imbuhnya.

    Sementara itu, tersangka TSF merupakan admin akun Instagram @verdatius. Rafles menyebut awalnya akun tersebut mengunggah konten konspirasi, namun berubah menjadi konten ajakan aksi rusuh.

    “Ada juga akun-akun lain yang terafiliasi mempersiapkan kerusuhan dalam kegiatan unjuk rasa. Salah satunya adalah dengan memposting pembuatan bom pipa, merencanakan penyerangan ke kantor polisi, dan menjebak polisi ke tempat yang sudah dipersiapkan. Demikian yang bisa saya sampaikan terhadap penangkapan kedua tersangka,” jelasnya.

    Terakhir, tersangka YM merupakan pemilik akun @catsrebel. Dia mengunggah postingan yang berisikan foto bahan peledak untuk aksi rusuh nantinya.

    “Pada saat dilakukan penangkapan di TKP di Bandung, kita menemukan juga beberapa alat, yaitu berupa bom molotov yang sudah disiapkan untuk melakukan aksi rusuh, dan didukung beberapa data dokumen elektronik dari handphone dan akun media sosial yang dikuasai oleh pelaku,” kata Kasubdit IV Ditres Siber Polda Metro Jaya AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon menambahkan.